About Prochip Soil

 

Latar Belakang

Kondisi memprihatinkan yang banyak dialami oleh petani di Indonesia dan di Dunia, yaitu produksi yang semakin menurun dan bahkan dibeberapa tempat mengalami kegagalan produksi. Kelangkaan pangan, penurunan daya beli petani, kemiskinan, mulai menjadi ancaman di negeri ini dan dunia.

Hasil studi mendalam para ahli dunia mengidentifikasi satu masalah besar yang berperan besar dalam penurunan produktifitas pertanian saat ini, yaitu : Kesuburan Biologis Tanah yang semakin menurun. Kesuburan Biologis Tanah ditunjukkan oleh berapa Jumlah Mikroba bermanfaat didalam Tanah . Dibandingkan dengan Jumlah mikroba yang merugikan (pathogen) yang mengakibatkan terjadinya penyakit tular tanah (SOIL BORNE DISEASES).

Penurunan Kesuburan Biologis Tanah (Ketidak Seimbangan Biologis) mengakibatkan terjadinya :

  • Persoalan Perakaran Tanaman (jumlah akar aktif, kualitas akar, dan penyakit perakaran). Potensi kehilangan produksi mencapai 60 – 80%, dan kegagalan produksi. Persoalan perakaran mengakibatkan tanaman sangat rentan terhadap serangan hama dan penyakit tanaman, serta rentan terhadap persoalan kekeringan. Bau busuk akar akan mengundang datangnya hama, seperti yang terjadi pada fenomena hama wereng.
  • Serapan Posfat, Kalium, dan Unsur Mikro yang rendah. Potensi kehilangan produksi mencapai 20 – 60%. Serapan Posfat, Kalium dan Unsur Mikro di dalam tanah melalui mekanisme diffusi yang sangat ditentukan oleh peran mikroba tanah ( > 83%). Rendahnya serapan unsur-unsur hara tersebut mengakibatkan pembentukan tunas, anakan, pembentukan bulir, getah, nira, ketahanan tanaman terhadap serangan hama dan penyakit, dan kualitas hasil yang rendah.

Praktek budidaya pertanian yang berlangsung dalam beberapa decade hingga saat ini hanya berfokus pada perbaikankesuburan Fisik tanah (bajak, garu, bumbun, drainase, dst), dan perbaikan Kesuburan Kimia tanah (pH tanah, pemupukan kimia, pengapuran, dst). Sangat sedikit yang menaruh perhatian dalam upaya perbaikan kesuburan Biologis tanah, seperti penambahan kompos, penambahan mikroba bermanfaat kedalam tanah, dan upaya-upaya lainnya dalam menjaga agar tanah tetap menjadi system hidup yang lestari. Bahkan sangat mudah dijumpai praktek-praktek pertanian yang mengancam secara serius kelestarian sumber daya tanah dalam jangka panjang (Sustainable Agriculture) , seperti pembakaran jerami dan sampah tanaman, penggunaan obat-obat pertanian (pestisida dan hormone) secara tidak bijaksana.

Praktek pertanian yang tidak bijaksana ini telah menimbulkan penurunan daya dukung bahkan kesuburan tanah. Hal ini terjadi dimana-mana dalam skala yang sangat luas. Dicirikan oleh akar tanaman yang tidak berkembang sempurna, berkembangnya penyakit tular tanah (soil borne diseases) dengan pesat, pertumbuhan tanaman yang tidak normal, kondisi tanaman yang sangat rentan terhadap kekeringan, laju dekomposisi (pembusukan dan penghancuran) serasah tanaman yang sangat lambat, ledakan serangan hama dan penyakit tanaman. Kondisi ini dengan cepat dan sangat luas telah menurunkan pendapatan petani dan mengganggu cadangan pangan dunia.

Di Indonesia, terutama didaerah P.Jawa (persawahan, perkebunan Tebu, daerah Hortikultura, perkebunan Coklat, kopi, dan karet), P.Sumatera , beberapa daerah di P. Kalimantan dan P.Sulawesi (persawahan, perkebunan Singkong dan Jagung, perkebunan sawit, perkebunan Karet, perkebunan Coklat dan Kopi, Perkebunan Pisang) sangat mudah dijumpai tanah-tanah “SAKIT”.

Diperlukan upaya STRATEGIS yang serius guna memperbaiki tanah-tanah yang “sakit” tersebut. Penambahan Mikroba (bakteri dan Jamur) Bermanfaat terbukti secara ilmiah mampu memperbaiki daya dukung tanah yang ditunjukkan dengan perbaikan secara nyata pertumbuhan dan hasil produksi pertanian.

Penambahan Mikroba bermanfaat kedalam tanah perlu dilakukan dengan sangat hati-hati guna menghindari terjadinya masalah yang baru, seperti penyakit tanaman, kesehatan manusia dan ternak. Diperlukan verifikasi yang teliti dalam menggunakan Mikroba tanah yang akan digunakan dalam melakukan perbaikan kesuburan Biologi tanah.

Visi

Selamatkan ketahanan pangan dunia dengan melakukan pertanian organik yang lebih produktif, sehat, dan ramah lingkungan (lestari).

Motto

Save our word, go...go...go...organic , Microba in Action.

PROCHIP SOIL Maximize Yield.

Save and Growth

Misi

Mengembalikan daya dukung tanah hingga tanah mampu menghasilkan produk pertanian yang menguntungkan dan mensejahterakan petani dan sehat bagi konsumen dengan program pembugaran tanah dan perbaikan ekologi (Soil Amendment and Ecological Engineering Program).

Program Pembugaran Tanah (Soil Amendment Program)

Upaya mengembalikan daya dukung tanah hingga tanah mampu menghasilkan produk pertanian yang menguntungkan petani dan sehat bagi konsumen. Kegiatan pembugaran tanah meliputi : 1. Pengecekan pH tanah (keasaman tanah), bila pH tanah < 4 perlu dilakukan pengapuran, yaitu dengan menambahkan kapur pertanian atau dolomit dengan jumlah 400 kg per hektar setiap kenaikan nilai pH satu digit. Nilai pH ideal adalah 5,8 – 6,2. 2. Peningkatan C-organik tanah (penambahan kompos yang berkualitas, tidak menimbulkan dan memicu berkembangnya hama dan penyakit tanaman, sebagai media starter berkembangnya mikroba bermanfaat). Kompos yang baik adalah kompos yang berasal dari kotoran binatang yang memakan daun seperti sapi, kerbau, kambing dan sisa tanaman dari lokasi tersebut, serta tidak disarankan menggunakan kompos dari kotoran ayam atau sampah perumahan karena relatif tinggi mengandung penyakit. 3. Penambahan mikroba bermanfaat (beneficial microba) yang telah tersertifikasi sehingga tidak menimbulkan masalah baru dikemudian hari.

Tablet Pembugar Tanah

PROCHIP SOIL adalah Fizzy Tab Probiotik Tanah yang mengandung mikroba bermanfaat yang telah tersertifikasi internasional dalam bentuk spora, yaitu 6 (enam) jenis bakteri dan 4 (empat) jenis jamur sebagai berikut :

Bakteri : Bacillus subtilis, Bacillus laterosporus, Bacillus licheniformus, Bacillus megatirium, Bacillus

pumilus, Bacillus polymixa.

Jamur : Trichoderma harzianum, Trichoderma viride, Trichoderma koningii, Trichoderma

polysporum.

Manfaat PROCHIP SOIL

Penggunaan PROCHIP SOIL akan meningkatkan jumlah mikroba bermanfaat di dalam tanah dan akan memberikan keunggulan sebagai berikut :

  • Memperbaiki sistem perakaran tanaman (jumlah, kualitas, dan kesehatan akar) melalui mekanisme sekresi phythohormon.
  • Menjaga kelembaban tanah pada daerah perakaran (rizhospere).
  • Peningkatan stimulasi pertumbuhan melalui sekresi phythohormon.
  • Peningkatan ketersediaan unsur P (phophat), K (kalium), dan unsur mikro (Fe, Mg, Zn, Mn, Cu), melalui peningkatan pelarutan sekresi mikroba.
  • Peningkatan efisiensi pemupukan melalui peningkatan efisiensi serapan difusi mikroba (microbial diffusion), terutama unsur P, K, dan unsur mikro.
  • Peningkatan pengikatan unsur N dari udara.
  • Menekan penyakit tular tanah melalui mekanisme antagonistik (micobial competitive exclusion).
  • Menjaga keseimbangan biologi tanah dengan menggantikan mikroba bermanfaat yang hilang karena pestisida, pembakaran, dan zat-zat kimia lainnya.
  • Meningkatkan laju dekomposisi serasah dan bahan organik tanah.

Program Perbaikan Lingkungan (Ecological Engineering)

Praktek pengendalian hama dan penyakit tanaman dengan menggunakan musuh alami (antagonism) atau teknologi yang ramah lingkungan.

Misal penggunaan light trap, feromon, vegetasi yang bermanfaat (beneficial plant), musuh alami seperti lalat Tricogramma.

Konsep 3 Reduksi (Reductions), 3 Peningkatan (Gains)

3 Reduksi :

  • Kurangkan Penggunaan Bahan Kimia Pestisida.
  • Kurangkan Penggunaan Pupuk
  • Kurangkan Benih

3 Peningkatan :

  • Tingkatkan Hasil Produksi (Quantity)
  • Tingkatkan Kualitas Hasil (Quality)
  • Tingkatkan profitability dan Kualitas Lingkungan

Online Support


• Support


Counters: